Search

Papilio blumei

bermetamorfosis menjadi lebih baik

Author

irazahara

Menarik memang

MasyaAllah. Alquran itu benar” menarik ya. Malam ini baca quran surat Ibrahim, surat ke 14. Nunggu” cerita ttg Nabi Ibrahimnya. Dari ayat 1 sampai seterusnya, ternyata munculnya di ayat ke 35-41. Cuma 7 ayat dari total 52. 7 ayat ini cerita ttg doa Nabi Ibrahim untuk keturunannya supaya keturunannya beriman dan dicukupkan rezekinya. Selain itu ada pujian jg karena Allah telah menganugrahi 2 anak, yaitu Ishaq dan Ismail.

Di lain surat, surat Yusuf, surat ke 12. Mostly, surat ini cerita ttg kisah Yusuf dari ayat 4-101, total ada 98 ayat dari 111 ayat. Di mulai dari Nabi Yusuf As. Masih kecil, ngomongnya aja masih diulang” gaya khas anak kecil kaya Kirana (ayat 4), sampai Nabi Yusuf dewasa, ketemu lagi sama Ayahnya Nabi Ya’qub. Hampir komplit.

Terus, terusan cerita Nabi Ibrahim ada dimana? Eaa, diminta baca yg lain emg.

Srikaya dan bisbul

Kalau kau tidak menanam, mungkin kau tidak akan tau. Perlu adanya kesengajaan.

Sama sepertiku. Kalau tidak satu apa, kau tidak akan tau. Perlu adanya momen.

Karena aku tidak seperti apel, jeruk, mangga, pear dan lainnya yang namanya santer terdengar dan wujudnya akrab terlihat.

Terlalu klimakterik. Pengeluaran gas etilen sangat mempengaruhi laju pernapasan.

Tapi srikaya dan bisbul tidak hanya aku. Dan tidak apa” 😁

Cukup Engkau yang tau

“Sesungguhnya Engkau yang tau seberapa cinta aku padamu.”

Tidak seperti Huzaifah (semoga Allah merahmatinya) yang dengan percaya diri mengatakan hal yg sama, karena cintanya berlebih, cintanya amat besar.

Sedang aku, tertatih-tatih menata sikap untuk menambah cinta. Kadang lupa, kadang ingat. Kadang tak sadar cintanya berkurang, kadang sadar cintanya stagnan.

Tapi Engkau pun tau. Betapa aku ingin menjadikan Engkau cinta tertinggi, diatas segalanya.

Aku sedang menata.

I beg You to help me. And I beg You for your love.

4 sisi

Aku akan datang kepadamu dari depan, belakang, kanan, dan kiri.

Aku akan datang dari depan. Dari masa depan yang kamu harap-harapkan kesuksesannya. Akan aku perpanjang sampai kamu lupa apa yang seharusnya kamu kerjakan, apa yang harusnya kamu syukuri.

Continue reading “4 sisi”

Teman waras

Malam ini ada sedikit percakapan menarik antara aku dan temanku. Dia mengirimi percakapan antara dia dan teman baiknya (laki-laki) yang berpotensi menimbulkan ge-er. Lalu aku membuatnya tetap berpijak di bumi. Jangan dianggap serius, kataku. Lalu dia pun menimpali, aku juga biasa saja, katanya. Padahal ketika sudah mengirim percakapan tersebut, menurutku sudah menunjukkan ada sedikit kadar ketidakbiasaan. Wanita namanya. Telinga kelemahannya.

Lalu dia mengirimi quotes bijak dari penulis kesukaan kami. Syahid Muhammad. “Ketika wanita sedang menyukai seseorang, apa yang harus dilakukan? Maka jawabnya adalah mencari teman yang waras.”

Aku suka jawabannya. Jawaban itu tidak hanya berlaku ketika wanita menyukai seseorang saja. Tapi juga ketika wanita sedang sedih, marah, bimbang. Karena setiap wanita – sebenarnya every human being sih – punya blind spot (hal apapun yang ada di dalam diri yang tidak bisa atau kurang bisa dilihat oleh diri sendiri, atau perlu dipertegas dengan cara ada orang lain yang menyampaikan).

Maka atas segala bentuk penegasan baik kata ataupun tindakan yang selama ini kalian berikan, aku berucap syukur. InsyaAllah syukurku akan jadi doa loh, kalian mau request doa apa hhehe.

Untuk teman waras yang selama ini membersamai. Yang memberikan banyak kewarasan dalam cerita sehari-hari.

Dari orang yang telah banyak mendapatkan kebaikan dari kalian.

Terima kasih.

Semoga Allah selalu memberkahi.

Mencintai qadar

Duh aku suka sekali takdir-Mu ya Allah. Dengan segala takaran yang selalu pas, tidak pernah kurang. Hanya kadang aku saja yang tidak bisa mengambil hikmah.

Aku suka dengan segala skenario yang membuat hatiku remuk redam, lalu Engkau susun kembali dengan menjadi kuat dibanding sebelumnya.

Aku suka sekali ketika aku tersadar kalau aku terlampau lalai akan satu hal, kemudian dengan modal kesadaran itu aku usahakan untuk memperbaiki diri.

Aku suka sekali menemukan bahwa sebelumnya aku sangat tidak menyukai sesuatu, tetapi setelah tabir tersingkap, ternyata sesuatu itu sangat baik untukku.

Aku suka sekali.

Aku bersyukur sekali.

Selanjutnya aku minta dituntun untuk mewujudkan kesyukuranku dalam bentuk yang baik.

Lelah

Ya Allah aku lelah berjalan tanpa-Mu. Bukan bermaksud sengaja pergi dari-Mu. Hanya tak sadar, hal-hal kecil yang ku lakukan ternyata menjauhkanku dari-Mu. Hanya tak sadar, kebaikan-kebaikan kecil yang dulu dikerjakan menjadi terabaikan. Dibiarkan berkurang tanpa perlawanan.

Ya Allah ternyata minim bahagia sekali kala nama-Mu jarang aku ingat, jarang ku sebut. Hampa.

Benarlah yang tertera di Al-Qur’an “Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (Ar-Ra’d: 28)

Ya Allah aku lelah jauh dari-Mu.

Pelajaran iman nomor 6

Ya Allah, untuk segala sesuatu yang atasnya aku mempunyai pilihan sendiri, sedangkan Engkau tau yang lain lebih baik, aku minta dipermudah untuk dipahamkan dan diberi keikhlasan.

Continue reading “Pelajaran iman nomor 6”

Cinta sekali

Cinta sekali aku pada ayat ini. Bukan karena aku sudah sangat menerapkannya. Tapi sebaliknya, karena sering merasa “kenapa diri ini sulit sekali menyerahkan suatu urusan kepada Allah dengan sepenuh hati. Bener2 sampai titik berpasrah atau tawakal maksimal. Kenapa sulit ya” jawabannya, kurang iman. Mungkin.

Dan balasan dari berserah diri ke Allah dalam ayat ini, masyaAllah menggiurkan sekali. Menggiurkan sekali. Tidak ada rasa takut dan tidak bersedih hati.

Saking menggiurkannya sampai membelokkan niat, “berserah diri supaya tidak ada rasa takut dalam diri, biar ngga bersedih hati juga.” Padahal berserah diri itu sudah menjadi kebutuhan seorang hamba, terlebih adab hamba terhadap Tuhannya. Bukan karena ingin ini ingin itu, kalau itu bonusnya.

Semoga Engkau permudah aku dan umat muslim lainnya untuk memiliki adab sbg hamba yang baik. Sehingga menjadi “ibadurrahman”.

Blog at WordPress.com.

Up ↑