Malam ini ada sedikit percakapan menarik antara aku dan temanku. Dia mengirimi percakapan antara dia dan teman baiknya (laki-laki) yang berpotensi menimbulkan ge-er. Lalu aku membuatnya tetap berpijak di bumi. Jangan dianggap serius, kataku. Lalu dia pun menimpali, aku juga biasa saja, katanya. Padahal ketika sudah mengirim percakapan tersebut, menurutku sudah menunjukkan ada sedikit kadar ketidakbiasaan. Wanita namanya. Telinga kelemahannya.

Lalu dia mengirimi quotes bijak dari penulis kesukaan kami. Syahid Muhammad. “Ketika wanita sedang menyukai seseorang, apa yang harus dilakukan? Maka jawabnya adalah mencari teman yang waras.”

Aku suka jawabannya. Jawaban itu tidak hanya berlaku ketika wanita menyukai seseorang saja. Tapi juga ketika wanita sedang sedih, marah, bimbang. Karena setiap wanita – sebenarnya every human being sih – punya blind spot (hal apapun yang ada di dalam diri yang tidak bisa atau kurang bisa dilihat oleh diri sendiri, atau perlu dipertegas dengan cara ada orang lain yang menyampaikan).

Maka atas segala bentuk penegasan baik kata ataupun tindakan yang selama ini kalian berikan, aku berucap syukur. InsyaAllah syukurku akan jadi doa loh, kalian mau request doa apa hhehe.

Untuk teman waras yang selama ini membersamai. Yang memberikan banyak kewarasan dalam cerita sehari-hari.

Dari orang yang telah banyak mendapatkan kebaikan dari kalian.

Terima kasih.

Semoga Allah selalu memberkahi.