Cinta sekali aku pada ayat ini. Bukan karena aku sudah sangat menerapkannya. Tapi sebaliknya, karena sering merasa “kenapa diri ini sulit sekali menyerahkan suatu urusan kepada Allah dengan sepenuh hati. Bener2 sampai titik berpasrah atau tawakal maksimal. Kenapa sulit ya” jawabannya, kurang iman. Mungkin.

Dan balasan dari berserah diri ke Allah dalam ayat ini, masyaAllah menggiurkan sekali. Menggiurkan sekali. Tidak ada rasa takut dan tidak bersedih hati.

Saking menggiurkannya sampai membelokkan niat, “berserah diri supaya tidak ada rasa takut dalam diri, biar ngga bersedih hati juga.” Padahal berserah diri itu sudah menjadi kebutuhan seorang hamba, terlebih adab hamba terhadap Tuhannya. Bukan karena ingin ini ingin itu, kalau itu bonusnya.

Semoga Engkau permudah aku dan umat muslim lainnya untuk memiliki adab sbg hamba yang baik. Sehingga menjadi “ibadurrahman”.