Ternyata semudah itu Allah mengubah seseorang

-Itoh-

Pernyataan pagi ini datang dari temanku. Aku membuka pesannya setelah bangun tidur.

Begitu menusuk walau bukan ditujukan untukku, tapi aku aku yang berdarah. Bagaimana?

Pernyataan itu untukku, aku tau. Kau yang mengirimkannya untukku. Oleh sebab pernyataan itu tak kunjung muncul dari diriku yang ditujukan untukku, jadi Kau yang mengirimkannya.

Bentuk sayang, mungkin itu bahasa yang tepat.

Terima kasih ya Allah

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).

Aku menyadari bahwa doa itu harus sering-sering aku ucapkan, karena aku tak memiliki daya untuk tetap berada pada jalan kebaikan.

Depok

Jum’at pagi hujan deras