Search

Papilio blumei

bermetamorfosis menjadi lebih baik

Month

Mar 2015

Bagaimana bisa bicara?

Suatu hari, di bawah sebuah pohon beringin, aku melihat seseorang. Seseorang yang dianggap aneh oleh sebagian orang. keanehannya hari ini adalah dia terus memperhatikan tangannya, telapak dan punggung tangannya lebih tepatnya. lamat-lamat diamatinya, dibulak-balik, dikepal, dibuka lebar, dikuncupkan, ditekuk setengah.Dibuat heran aku olehnya. Ditambah lagi kini dilangit awan menggumpal berwarna abu-abu pekat. Disaat orang lain mulai mencari tempat berteduh, dia tetap bergeming.

Continue reading “Bagaimana bisa bicara?”

Pengolah angka

Sabtu kemarin tanggal 14 Maret 2015, aku belajar (lagi) Ms. Excel. Sebenarnya sudah dipelajari sewaktu SMP dan SMA, tapi ya seperti itu. terkadang lupa (lagi) di beberapa bagian. Dengan ditulisnya rumus-rumus ini semoga tidak lupa (lagi).

1. Penjumlahan

Fungsi: menjumlahkan data dalam cell.

Rumus: =SUM(blok cell yang ingin dijumlahkan)

Contoh: =SUM(B3:B11)

Continue reading “Pengolah angka”

My Name is Ms. Word 2010 not Miss World 2010

Ketenaranku sudah merambah hampir semua negara. Bukan karena aku cantik (siapa juga aku), tapi karena aku berguna dan sangat membantu. Biarku ceritakan sedikit apa yang bisa aku bagi padamu.

Continue reading “My Name is Ms. Word 2010 not Miss World 2010”

Pengenalan Perangkat Lunak

Perangkat lunak aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan fungsi tertentu yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berbeda dari Sistem Operasi, perangkat lunak aplikasi tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya komputer maupun mengelola banyak pengguna. Contoh perangkat lunak yaitu Ms. Word, Ms. Excel, dan lain-lain. Sistem operasi menjembatani antara hardware dan software. Contoh sistem operasi adalah Android, Windows, Unix, Solaris dan lain-lain.

Continue reading “Pengenalan Perangkat Lunak”

Bantu aku #Pohon

imagin

Sebagaimana yang telah ditugaskan kepadaku, yaitu untuk “membaca”, maka aku pun berusaha untuk belajar membaca sebisaku. Ini bukan hari pertama aku bisa membaca. Hari pertamaku sudah lama berlalu semenjak ingus masih naik turun menjajaki hidung. Tapi hari ini aku tergerak untuk membaca lebih. Didorong oleh rasa ketidaksyukuranku. Mengapa aku sangat tidak bersyukur. Ya Kariim, sungguh celaka manusia.

Di suatu hari yang sangat melelahkan, aku bersandar pada papan rapuh di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Ku coba paksakan hati ini untuk bersyukur. Kuingat-ingat sejak ku bangun dari tidur hingga aku bersandar disini. masih nikmat yang sama, nikmat menghirup udara, nikmat melihat, nikmat memiliki keluarga dan lain-lain. Ya Kariim, sungguh sangat kufur manusia. Sambil mengingat-ingat nikmat yang bisa aku syukuri, ku layangkan mataku menembus tajuk atas pohon ini. Buahnya kecil-kecil, sangat tidak proporsional dengan perawakannya yang besar. Tiba-tiba saja sesuatu meluncur ke arahku dengan sangat cepat, aku pun memejamkan mata. Tak lama kemudian “Tuk”, buah pohon itu mengenai hidungku. Ku buka mata perlahan dan aku masih melihat dunia. Tentu saja, dengan ukuran mataku saja jauh lebih besar mataku daripada buah itu.

Sepi sejenak…

Tiba-tiba saja si pohon berbicara “Bukankah keselamatan juga nikmat dari Tuhanmu?” bagaimana jadinya kalau yang kujatuhkan tadi ukurannya seperti buah durian. Pencipta kita sudah menetapkan sesuatu sesuai porsinya. Percayalah”. Yang ditanya terheran-heran. “Aku ingin bercerita kepadamu. Semoga bisa menambah kesyukuranmu. Aku senang berada disini, mungkin sudah berpuluh-puluh tahun. Melihat orang-orang sepertimu. Ini memang tugasku dan teman-temanku mendampingi kalian. Tapi aku sedih, kalian jarang bersyukur dengan kehadiran kami. Hal itu membuatku berpikir, apakah aku gagal menjalankan tugas? Ya aku gagal mencitrakan bahwa aku termasuk nikmat Tuhan yang telah dikirimkan untukmu. Aku gagal menyadarkan kalian. Kamu tau? Seandainya kami diciptakan bukan untukmu, maka kami akan lari tunggang langgang meninggalkan kebun-kebun, sawah dan hutan. Aku akan melawan ketika banyak yang memetik buahku, padahal sejatinya buahku merupakan cadangan makanan bagiku. Aku pun akan hempaskan orang yang berusaha memotong tubuhku. Jangan kau sangka aku tahan rasa ketika dipaku sana sini. Hampir seluruh tubuhku luka. Kalian tidak tahu aku harus bekerja keras untuk menghadirkan asam jasmonat. Tapi aku berusaha melaksanakan tugas-tugasku dengan baik. Akutetap disini, aku tak lari kemanapun.“

Pemuda ini termenung…

“Kau tau, betapa bahagianya padi, jagung, tanaman sayur mayur dan yang lain. Umur mereka singkat, tapi sangat bermanfaat. Mereka berikan yang terbaik untuk kalian.”

Hanya itu yang bisa aku jelaskan.

Diamatinya lagi lamat-lamat tajuk pohon dari bawah hingga ke atas. Tetapi tetap, suara itu tak lagi muncul.

Yang terpenting adalah, mereka ada untuk kita, manusia.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑