Selintas terpikir, apa yang dirasakan seorang ibu ketika dikritik oleh anaknya. Sedih? Senang? atau tersinggung? Jawaban yang sangat sulit didapat ketika kita tidak pernah menanyakannya langsung, bahkan ketika mendapatkan jawabannya pun hanya akan mewakili secuil perasaannya. “dalamnya hati orang siapa yang tahu”.

Kritis disini maksudnya bukan sesuatu yang negatif. Kritik yang dimaksud adalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan [1].. Ketika seorang anak mengkritik kesalahan ibunya, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Seperti yang telah  diajarkan oleh Islam bahwa adab mengkritik yaitu pertama, mengikhlaskan niat. maksudnya disini, mengikhlaskan bahwa ketika mengkritik tujuannya agar kesalahan tersebut dapat diperbaiki, bukan dalam rangka menjatuhkan. Jahat memang ketika niat mengkritik ditujukan untuk menjatuhkan, tetapi hal tersebut bukan mustahil dapat terjadi.

Continue reading “Bagaimana Mengkritik Bidadari Surga?”