Search

Papilio blumei

bermetamorfosis menjadi lebih baik

Month

Jun 2014

“Sakit Gigi” Si Penggugur Dosa

Gambar

Siapa yang tidak tau rasanya sakit gigi? Sepertinya semua orang pernah merasakannya. Tetapi yang saya maksud sakit gigi disini adalah sakit gigi karena tumbuhnya “si gigi bungsu”. Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 17-21 tahun. Pertumbuhan atau kemunculan gigi bungsu yang dalam dunia kedokteran gigi sering disebut dengan dens molaris inferior tertius atau molar ketiga ini memang kerap memberikan rasa sakit yang sangat menggangu aktifitas kita. Tetapi apakah benar kehadirannya benar-benar mengganggu? kalau menurut aku sih NO (Gaya Anang).

Sudah sekitar 3 hari ini saya menderita sakit gigi. Awalnya saya heran, karena saya jarang sakit gigi. Ternyata setelah diselidiki (ngaca sambil liat gigi dan ngeraba tekstur gusi), ternyata ada gigi kecil yang tumbuh. Wah bagaimana tidak sakit, si gigi bungsu ini merobek gusi, dan alhasil gusi saya mengeluarkan darah beberapa saat selama 2 hari. Sakit gigi ini tidak terlalu menjadi masalah bagi saya, tetapi dalam hati pernah terbesit “yah sakit gigi, jadi ga leluasa makan”. Ternyata cara pandang saya sempit. Nyatanya bila dilihat dari kacamata Islam. Sakit apapun yang kita alami, itu merupakan penggugur dosa.

 

Ibu Mas’ud ra. berkata, “Aku datang menemui Nabi saw. yang sedang demam hebat saat itu. Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, engkau terkena demam hebat.’ 

Beliau menjawab, ‘Ya, demamku setara dengan demam dua orang.’

Aku bertanya, ‘Apakah karena engkau mendapatkan dua pahala?’

Beliau menjawab, ‘Benar, karena itu. Dan tidaklah seorang muslim terkena hal yang menyakitkan-duri atau yang lain- kecuali Allah ampuni kesalahan-kesalahannya. Dosa-dosanya dihapus seperti pohon yang merontokkan daun-daunnya.” (Muttafaq’alaih)

 

Hadist diatas memang tidak menyebutkan tentang sakit gigi, tapi sakit gigi termasuk ke dalam “hal yang menyakitkan”. Tetapi, Itu bukti cinta Allah kepada kita. Ketika kita sakit, bukan berati Allah menberikan derita kepada kita, yang ada justru Allah mengampuni dosa-dosa kita. Nah maka dari itu, ketika kita sakit, sakit apapun, hal yang pertama kali harus dilakukan yaitu berbaik sangka kepada Allah. Selanjutnya menerima apa yang Allah berikan kepada kita, dan bersyukur karena dosa-dosa kita diampuni dengan adanya rasa sakit tersebut. Semoga bermanfaat 🙂

Tujuan Yang Sama

Hari itu hari rabu. seperti biasa aku masuk kuliah siang. Sebenarnya tidak menyenangkan, membuat baju ini langsung berkeringat dan muka memerah ketika datang ke tempat kuliah. Berjalan dari kostan yang jaraknya tidak bisa dibilang dekat, lalu menunggu di halte bis. Dengan muka datar aku memandang ke sekeliling. Masih pemandangan yang sama. Perlahan bis melambat. Rupanya ada yang turun di perpustakaan. Terlihat danau di seberang gedung. hmm teduh rasanya, tepian danau dikelilingi pepohonan yang rimbun. andai saja diruangan kuliah terdapat pemandangan seindah itu . Bis melaju lagi. Rupanya lajunya lebih cepat karena permintaan seorang mahasiswi yang terlambat praktikum. Aku terbantu.

Continue reading “Tujuan Yang Sama”

dia yang berbeda

telepon berdering, dan aku tau itu siapa. dengan semangat aku menyambar ponselku. terlihat di layar panggilan masuk bertuliskan dari “mamah tercinta”. wah senang rasanya, aku tahu pasti isi pembicaraannya singkat, seperti biasa. tetapi itu saja cukup mengusir penat. ya rasanya ingin aku bicarakan banyak hal, tentang apa yang aku alami, tentang keputusan yang akan aku ambil, setidaknya aku ingin meminta saran atau membicarakan hal yang kurang penting tapi menyenangkan, tetapi seperti biasa, semuanya tertahan. 

ketika aku angkat teleponnya, pembicaraan dimulai yang diawali dengan salam dan tanya kabar masing”. selanjutnya kabar keluarga. mamah bercerita kemarin baru saja dapat telepon dari kakak. kakak yang dipalembang. sepertinya pembicaraan melebar. ya kakakku baru saja mendapatkan gaji tetap. lumayan besar rupanya. pembicaraan ini membuatku mengingat perjalanan kita di masa kecil. waktu itu baru ada aku dan kedua kakakku. kami bertiga hampir serupa (laki-laki semua). kakakku yang pertama, dia kurang perhatian. sepertinya dia plegmatis, agak tertutup. perubahan yang paling terlihat adalah ketika dia sudah mendapat kerja, berubah menjadi lebih “baik”. sebelumnya, cueeek sekali. sikap ini bisa dilihat dari foto semasa kami kecil, kakakku yang kedua merangkukku, sedangkan yang pertama, jaraknya jauh dariku (wanita memang perasa, hal seperti itu saja dijadikan objek). kakak kedua ya dia berbeda, walaupun sama-sama pelit seperti kakak pertama, tetapi dia lebih ramah, terlebih kepada anggota keluarga. sikapnya ramah sekali. pandai mengambil hati orang (bukan menjelekkan). kalau dilihat dari perjalanannya selama ini, sepertinya dia yang tersukses diantara kami. jalan pikirannya berbeda. dia memilih kuliah di jawa. ya tekadnya bulat dan tak tergoyahkan seperti sudah tergambar jelas masa depannya akan seperti apa (tidak seperti aku dan kakakku yang pertama). menjalani kuliah sambil usaha, ya usaha kecil buka gerai es krim, 3 gerai es krim dan beberapa orang pegawai. dia pun sudah pernah menginjakkan kaki ke malaysia dan korea selatan. bukannya ingin membanggakan atau juga iri. tetapi aku tertarik, mengapa dia berbeda. ya sosok sanguinis ditengah-tengah keluarga yang plegmatis (mungkin).

 

sayang kondisi memaksaku beranjak dari tempat duduk ini.

dan aku baru sadar, lagi-lagi ceritanya tentang keluarga.

sebenarnya aku ingin menulis cerita singkat, tentang “cinta”.

aku khawatir ceritanya menimbulkan banyak persepsi, padahal kadang aku pikir apa salahnya menuliskan apa yang ada di dalam benak ini. tetapi aku terus meyakinkan hal itu salah. tapi suatu hari nanti tetap akan kutulis *bandel

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑