Search

Papilio blumei

bermetamorfosis menjadi lebih baik

Month

Feb 2014

tipu daya iblis

sebuah karya picisan yang dibuat untuk dipajang di record book birena alhurriyah  cerita ini hanya cerita fiktif, sangat fiktif, dan mungkin tidak akan terjadi dalam kehidupan nyata.

Hari itu hujan sangat lebat. langit mendung gelap diliputi awan hitam.  Membuat malas orang-orang (laki-laki) di kampung untuk beranjak pergi solat maghrib di masjid. Dari sini bisa dilihat orang-orang yang istiqomah pergi ke masjid. padahal sudah jelas, dalam ajaran islam, bahwasanya laki-laki dianjurkan untuk solat berjamaah di masjid. Melangkah dengan penuh keyakinan seorang laki-laki paru baya  menggunakan sendal selop yang ujungnya basah dan terkena cipratan tanah. perlahan mendekati masjid, hingga akhirnya menginjakan kaki ke lantai yang bertuliskan “batas suci”. melihat sekeliling lantai masjid yang basah terkena cipratan air hujan bercampur tanah. sepi dan hanya dia seorang diri. beranjak masuk dan langsung menuju mimbar tempat diletakkan microphone diatas mejanya, lalu adzan. indah suaranya. saat-saat adzan adalah saat-saat yang bisa dianggap sakral. hening dan senyap. seakan mengingatkan bahwa kita lahir diperdengarkan dengan suara itu dan diantar ke liang lahat pun diantar dengan suara itu juga. tetapi tetap saja, sampai akhir adzan, hanya sedikit orang yang pergi ke masjid karena hujan. lima menit berlalu setelah adzan dikumandangkan. terhitung ada 7 orang saja yang hadir sebagai makmum, imamnya yaitu orang yang mengumandangkan adzan tadi. Beliau adalah ustadz yang sangat dihormati di kampung itu. usdtad ali namanya. mulai melangkah maju satu-satunya pemuda yang hadir dalam jamaah itu, meraih microphone, lalu iqomat. semua jamaah merapikan shaf tanpa komando dari sang ustadz. sesaat sebelum dimulai solat berjamaah, seorang  pemuda memasuki masjid. mengibas-ngibas baju yang kebasahan. nampaknya dia sudah mempunyai wudhu, lalu langsung masuk shaf paling ujung di sebelah kiri. seusai solat, seperti biasa, dzikir dilantunkan. memuji-muji nama Tuhan Yang Maha Esa sambil, meminta ampun, berdoa untuk dunia dan akhirat, di pimpin oleh sang ustadz. setelah dzikir bersama lalu mereka semua bersalam-salaman. mundurlah seorang lelaki yang hampir terlambat solat jamaah tersebut beberapa langkah ke belakang. lalu melaksanakan solat sunah rawatib. khusyuk, sangat khusyuk, menunduk taat memandang sejadah masjid. saat dia memulai rokaat pertamanya, ustadz ali yang baru selesai berdoa melirik ke arahnya.

“khusyuk sekali pemuda ini, tak pernah aku melihat seorang pun solat sekhusyuk dia.” mungkin itu yang terbesit di benak beliau. lalu sang ustadz pun berdiri untuk memulai solat sunah rawatib. saat beliau telah selesai melaksanakan solat, pemuda tadi masih tertunduk berdoa menengadahkan kedua tangannya, khusyuk, tenang. sang ustadz berencana untuk mengajaknya berbicara. rupanya sang ustadz tertarik dengan kekhusyukan pemuda ini. sambil menunggu pemuda itu selesai, sang ustadz melantunkan doa-doa . terdengar suara celana bahan yang bergesekan dengan sajadah masjid yang kasar. ternyata pemuda itu hendak beranjak keluar masjid. langsung ustadz tadi menyelesaikan doanya dan menghampiri pemuda tadi.

“Assalamu’alaikum.” salam ustadz ali.

“wa’alaikumussalam.” jawab si pemuda

“siapa namamu nak? darimana kau berasal?” tanya dengan santun ustadz ali.

“nama saya imron pa, saya tinggal dikampung sebelah, hanya beberapa minggu saja pa di sini, saya dari kota dan ada keperluan disini.” jawabnya dengan kepala tertunduk yang sesekali menatap ustadz ali. ustadz pun semakin terpesona dengan budi pekerti pemuda ini.

“apa kau sedang buru-buru? aku hanya ingin mengobrol sebentar denganmu.”

“tidak pak.”

“mari kita mengobrol sambil jalan, nampaknya langit semakin gelap, sebentar lagi hujan akan turun lebih deras.” benar saja, tak lama setelah itu, terdengar suara gemuruh langit.

“aku hendak menanyakan sesuatu kepadamu. tadi aku melihatmu solat dengan sangat khusyuk. tidak pernah aku melihat seorang pun solat sekhusyuk seperti dirimu. apa gerangan yang membuatmu bisa solat sekhusyuk itu?” nada sang ustadz ramah bercampur panasaran

“ah tidak pa ustadz, saya solat biasa saja seperti yang lain.” jawabnya disertai senyuman tipis.

“janganlah engkau malu. aku sungguh senang melihatnya, siapa tahu jika engkau memberi tahuku, aku bisa lebih khusyuk dalam solat. bukankah kita bisa belajar dari siapa saja, bukan berarti aku yang lebih tua yang lebih pandai dalam beribadah, tidak usah engkau sungkan.”

pemuda tadi menarik napas panjang, matanya terpejam sejenak, nampaknya dia berusaha menghilangkan keraguannya untuk bercerita. terasa berat, berat sekali. mata yang perlahan dibukanya mulai menampakkan ketenangan. sambil bercerita, matanya berubah menjadi kesenduan yang teramat sangat.

“kalau saya bercerita, mungkin bapak akan mengusir saya.” dengan nada menyesal. pa ustadz terus mengamati gerak-gerik pemuda ini. sambil menjawab “tidak nak.”

“baiklah saya akan memulai cerita ini, mungkin bapak akan sangat kesal mendengarnya. saya memiliki masa muda yang buruk. di usia sd saya sudah merokok, memiliki teman-teman yang buruk. di usia smp saya sudah mencoba minum minuman keras, pulang malam, membangkang kepada kedua orang tua. di usia sma saya sudah ikutan bermain judi bersama preman-preman. kalah dalam permainan itu biasa. uang habis lalu mencuri, main lagi, menang dihabiskan untuk minum-minuman. sampai suatu malam saya menang judi dan mendapatkan uang yang banyak. salah seorang preman tidak terima karena dia kalah besar. kami bergulat. pria tersebut membawa pisau genggam kecil ditangannya. lalu saya mengambil botol minuman, karena takut tertusuk, dengan paniknya saya menghantamka botol tersebut ke kepala preman tadi. darah mengucur banyak. lali saya lari ketakutan. kabar yang saya dengar dari bapak warung bahwa preman tersebut meninggal tidak lama setelah masuk rumah sakit. saya sangat takut pa, pulang ke rumah saya langsung menangis, tersungkur memohon ampun, dan lalu saya bertaubat, hingga akhirnya seperti sekarang ini.

bersambung …………..

AUTOBIOGRAFI MINI (1994-2014)

bismillahirrahmanirrahim…

Perkenalan singkat tentang keluargaGambar
kiri (ilham maulana). tengah (ira zahara), kanan (rizki maulana)
 
Izin memperkenalkan diri, nama saya Ira Zahara Nurwulansari. saya lahir pada tanggal 22 september 1994 di Serang-Banten. Saya merupakan hasil dari pembuahan sel telur dan sel sperma terbaik dari bapak saya dan ibu saya. bapak saya bernama Asis Saepuddin dan ibu saya Ati Juniarsih. saya menyebut keluarga saya sebagai keluarga teletubbies. Ilham maulana (as tinky winky), Rizqi maulana (as dipsy), Ira Zahara Nurwulansari (as lala), najwa maulida (as poo). saya cucu perempuan pertama di keluarga ibu saya, karena ibu saya anak pertama. saya menjadi satu-satunya cucu perempuan hingga adik saya lahir sembilan tahun kemudian (*gagal bungsu).
Asal-usul nama
Nama saya didapat dari gabungan nama keluarga saya. I untuk Ilham, R untuk Rizqi dan A untuk Ati dan Asis. perihal nama, saya sempat “ngambek” karena nama saya berbeda. kenapa yang lain maulana, maulana dan maulida , tapi saya zahara, jelas berbeda. “Nurwulansari” nama yang tidak dikehendaki oleh ibu saya, tapi bapak saya keukeuh ingin menambahkan nama tersebut. akhirnya menempel lah nama tersebut yang untungnya tidak dituliskan lengkap pada LJK karena tidak muat. bayangkan kalau  muat, bisa-bisa saya terlambat mengisi soal (*agak lebay). saya sempat dikira orang jawa oleh seorang dosen karena nama nurwulansari itu. tapi saya yakin, kedua orangtua saya tidak sembarangan memberi nama saya, karena nama adalah sebuah doa 🙂
 
nama panggilan dari dulu sampai sekarang
keluarga saya memanggil saya dengan panggilan “ira”. normal-normal saja. tapi dulu waktu SD saya sempat dipanggil “Bora”. maklum, dulu teman sepermainan yang sebenarnya keluarga jauh juga mendapat panggilan yang sama. “bosal” untuk faisal, “bopan” untuk irfan, “boham” untuk ilham (kakak saya). waktu SD saya sempat dipanggil “jahallun”, saya tidak suka, karena panggilan itu mirip dengan “jahlun” yang dalam bahasa arab artinya bodoh. pernah dipanggil arai, izet, zezet (cukup aneh).
 
Masa taman kanak-kanak
TK firdaus II di sebelah masjid agung serang. saya sekolah TK di tempat yang sama dengan sekolah kaka pertama saya. waktu itu saya masih tinggal di rumah nenek saya, di cijawa. dari cijawa saya naik becak ke sekolah TK, bareng dengan teman laki-laki saya bernama Yana. terkadang saya diantar tante, mungkin beliau kasian karena tidak ada yang mendampingi saya. saya menjalani masa TK dengan baik. sejujurnya tidak banyak yang saya ingat. saya mendapat gambaran masa TK saya justru dari Yana. Yana sekarang satu tingkat dibawah saya, karena dia mengulang TK 2x. sewaktu teman SMP menanyakan tentang saya kepada yana, yana menjawab “oh kenal, ira yang cerewet kaya nenek sihir itu ya (lalu tertawa).” “dasar anak kecil”, pikir saya. yang saya suka dari masa TK saya adalah kalau praktek solat, kita semua digiring ke masjid agung serang.
Masa sekolah dasar
SD Negeri Cijawa Serang, tempat saya ,  kakak-kakak dan saudara-saudara saya sekolah. pada masa-masa ini, saya puas sekali bermain, baik di rumah atau di sekolah. berbagai permainan saya mainkan, mulai dari main kelereng, layangan, dampu, gambaran, ucing umpet, boy-boyan, kasti, balap sepeda, dll. sepulang sekolah saya langsung ke rumah nenek. saya biasa memanggil nenek dan kakek saya dengan sebutan “nde”. sebelum saya masuk sekolah agama, saya sangat bebas bermain, dari pulang sekolah SD hingga maghrib, bahkan terkadang sampai malam. pernah suatu kali saya dimarahi nde wiwi “kamu ini, main aja sampe sore, sekalian ngga usah pulang.” karena dimarahi seperti itu, terus saya melengos main lagi, sampai akhirnya malam hari saya disusul oleh ibu saya si tempat saudara saya (tidak patut dicontoh). saya sangat senang dengan figur nenek saya. beliau begitu perhatian, beliau sering menanyakan kegiatan disekolah, teman-teman di sekolah, dan banyak hal. 
Masa sekolah agama
Al-jauharotunnaqiyah nama sekolah agama saya. saya mulai masuk sekolah agama kelas 2 SD.  belajar banyak hal disana dari kelas 2 SD hingga kelas 6 SD. mengenal tulisan arab gundul, mengaji, fiqih, tarikh islam, dll. saya lulus dengan hasil yang lumayan memuaskan. pelajaran yang paling saya suka yaitu tarikh islam. menyenangkan 🙂
Masa sekolah menegah pertama
SMPN 1 Kota Serang, SMP yang sama dengan kedua kaka saya. pada masa ini saya menyibukkan diri di dunia kepramukaan. pernah menjabat sebagai Pratami (ketua pramuka putri). di masa inilah saya belajar kepemimpinan.  Di tingkat penggalang ini ada banyak ujian kenaikan tingkat, misal ramu, rakit, terap serta perlombaan-perlombaan yang menuntut adanya seorang ketua. 
Masa sekolah menengah ke atasGambar
RESAVE (republik sains five)
SMAN 2 kota serang, sekolah yang berbeda dengan kedua kakak saya. saya gagal memasuki sekolah favorit yaitu SMAN 1 kota serang. tetapi tak apa, karena di tempat ini saya menemukan hidayah (*agak lebay). menjadi anggota KEBESET (red: keluarga besar sepuluh satu) , dan anggota RESAVE (red: republik sains five) selama 2 tahun. saya juga masih eksis berkiprah di dunia kepramukaan. ABU NASAR dan SK. TRIMURTI (disingkat: PRABUNASAKTI). untuk kedua kalinya saya menjadi ketua pramuka putri (red: pradana). saya memiliki teman-teman yang hebat di pramuka, mereka benar-benar menginspirasi. kelas 2 SMA merupakan masa perubahan besar bagi saya. karena pada masa ini saya mulai menutup aurat saya. bermula ketika ada seorang kakak kelas yang bertausyiah menyinggung tentang menutup aurat. “orang yang tidak menutup auratnya, akan disiksa di neraka. 1 helai rambut sama dengan siksaan 500 tahun di neraka. sedangkan berapa ratus, berapa ribu atau berapa juta helai rambut yang ada dikepalamu?” (nah loh… taubat). semenjak saat itu saya berinisiatif untuk memakai kerudung dengan benar (tidak transparan). saya minta diantar oleh kedua orang tua saya ke salah satu gerai khusus kerudung. tetapi tanpa disengaja, kerudung yang saya beli ukurannya besar (padahal ukuran M, hhehe). jadilah saya di “kecengin” sama teman-teman dengan sebutan “bu haji”. untungnya berlaku teori “labeling”, saya merasa nyaman memakai jilbab .di masa-masa ini juga banyak “perempuan-perempuan super” yang menginisiasi saya menjadi lebih wanita. sebut saja mereka Lena Tresnawati, Miftaqul Rahma dan Dwi Wahyunnisa , teman sebangku saya, dan masih banyak teman-teman yang lain.

Masa kuliah
Intitut Perrtanian Bogor, tempat saya berada sekarang. tempat ajaib yang mengubah banyak orang, termasuk saya. Tingkat Paling Bahagia (red: TPB) banyak mengubah saya, mulai dari perilaku, pengetahuan umum maupun agama, hingga dzohir saya. saya bersyukur berada disini. Allah memang menghendaki saya disini untuk memperbaiki diri. IPB mengubah minat saya yang tadinya lebih menggandrungi dunia kepramukaan, sekarang lebih interest ke organisasi keagamaan. mulai dari dewan mushola asrama, rohis kelas, hingga keluarga yang amat saya sayangi yaitu BIRENA (bimbingan remaja dan anak-anak).

Gambar

ini sejarah mini tentang kehidupan saya, masih banyak cerita-cerita seru lagi sebenarnya. semoga setiap diri kita ini bisa menjadi lebih baik lagi seiring dengan berjalannya waktu 🙂

spesial thank’s to ALLAH SWT, yang mengubah dan menuntun jalan hidup saya menjadi lebih baik 🙂

Blog at WordPress.com.

Up ↑