Cari

Papilio blumei

bermetamorfosis menjadi lebih baik

Ruang tanya

Tentang menghadirkan tanya dan memendam pertanyaan. Aktivitas yang jarang saya lakukan dan sering saya lakukan.

  1. Jarang menghadirkan tanya
  2. Sering memendam tanya

Kronologi kejadian: ketika belajar

  1. Saat materi disampaikan, saya cenderung menerima bulat-bulat apa yang disampaikan guru/dosen. let it flow. Lah wong yang menyampaikan guru/dosen, jadi pasti benar. hmm, padahal bukan itu pointnya. Bertanya bisa membuat orang lebih mudah memahami dan lebih mudah mengingat (apalagi kalau yang ditanya ‘killer teacher’, pasti memorable).
  2. Ketika menemukan hal-hal yang belum saya pahami, masih berat rasanya tangan ini untuk diacungkan lalu mengutarakan beberapa kebingungan kepada yang ditanya.

Berikut alasan-alasan yang membuat saya lebih memilih memendam pertanyaan.

  1. Malu jika diperhatikan
  2. Takut dianggap bodoh
  3. Takut mendapat respon yang tidak baik dari yang ditanya
  4. Mager

Don’t try this at your learning activity yaa teman”. Saya juga sudah mengurangi kedua aktivitas tersebut demi kemashlahatan pribadi dan ummat hhehe. Karena tidak membiarkan diri kita dalam kebodohan termasuk akhlak kita terhadap diri sendiri.

Dan lebih utamanya karena bertanya adalah kunci dari ilmu.

Dari Ibnu Syihab, beliau berkata, “Ilmu itu perbendaharaan-perbendaharaan, dan kunci-kuncinya adalah bertanya.” Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi (1/89)

Saking pentingnya mengenai “bertanya” ini pun, sampai Allah perintahkan di dalam Al-Qur’an.

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.” (An Nahl: 43)

Jadi, jangan anggap remeh pertanyaan 😀

 

 

Hospitality

“Indonesia tercinta, orangnya ramah-tamah. Geumah ripah loh jinawi” 

Salah satu lirik lagu yang dinyanyikan trio kwek kwek di awal abad ke 21. 

Katanya yang bukan katanya, orang Indonesia itu memang ramah. Baik kepada sesama warga Indonesia atau pun warga lain. Tapi bukan berarti warga non Indonesia tidak ramah. Nyatanya beberapa orang dari mereka sering menyapa lebih dulu. 

Prasanna Venna Longbathom. 

Warga Amerika (San Fransisco) yang menyapaku terlebih dahulu di bangku pesawat. 

Hai nona

the-long-way-home-joye-ardyn-durham

Hai nona, perjalanan kita akan panjang setelah ini.Kau harus bersiap.
Hai nona, sejatinya kau tau bahwa semakin panjang perjalanan, semakin banyak pula bekal yang harus dipersiapkan.
Hai nona, waktu untuk mengumpulkan bekal tidaklah panjang. Jangan mempersingkat waktumu yang singkat dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna.
Hai nona, jangan gagal mempersiapkan. Karena kau tidak diberi lagi kesempatan untuk mengumpulkan bekal setelah ini.

Hai nona, selama masih ada kesempatan berbagi, berbagilah dengan sesama. Karena nanti, tidak diperbolehkan untuk saling berbagi lagi. Mengumpulkan bekal bersama-sama jauh lebih menyenangkan daripada mengumpulkan bekal sendiri.

Hai nona, semoga sampai tujuan dengan selamat, bersama sama dengan orang-orang yang engkau cintai 🙂

Asma dan ayat Allah dalam secuil skripsi

Allahu ya Khobir, Allahu ya Hakim, Allahu ya Mujib..

Proses skripsi yang tidak akan terlupakan, menggoreskan bahkan lebih dari 3 nama-Mu di hati. Saat keinginan terkabul dengan cara terbaik-Mu yang diberikan dengan sangat bijak dan teliti. Sesuai takaran yang meminta. Tidak lebih dan tidak kurang.

Kadangkala keluhan menutupi hikmah, tangisan menenggalamkan syukur dan keberhasilan mengalahkan ketundukan.

Kamu perlu bangun, melihat dan memperhatikan apa yang dicipta-Nya. Ada sejumlah ayat dalam secuil skripsimu. Dan outputnya adalah takwa.

#skripsindah ^_^

Selangkah lebih dekat

hd-printed-old-small-font-b-wooden-b-font-font-b-boat-b-font-font-b

Tentang perahu kecil yang sedang kita tumpangi. Kita tau bahwa ada celah di bagian lambungnya. Sebenarnya masing-masing dari diri kita sendiri yang membuat celah itu. Lalu di tengah perjalanan perahu kita terancam karam. Air mulai masuk dari celah-celah itu. Kita masih belum terlalu peduli karena air belum mengenai pakaian kita, baru sampai punggung kaki. Tanpa disadari dengan berjalannya waktu airnya semakin meninggi, sudah sampai setengah betis. Ketika air sudah sampai lutut, barulah kita saling pandang.

Di titik ini kita punya 2 pilihan bukan? Continue reading “Selangkah lebih dekat”

Karena kamu perempuan

Anak mamah yang satu ini harus sering2 diingetin bahwa dirinya adalah perempuan. 

Sampai Leuwi Panjang jam 23.00, sampai terminal Kelapa jam 00.10, jalan kaki dari terminal kelapa ke Masjid Raya Bandung, trus tidur disana. 

Hmm

411 dan skala prioritas

Mencoba merekam peristiwa penting yang terjadi di bumi pertiwi, bumi tercinta Indonesia.

411, menunjukkan bagaimana seorang pemimpin meletakkan rakyat dalam skala prioritasnya. Dapat dipahami bahwa tugas pemimpin terutama pemimpin negara pasti sangatlah banyak, tidak seperti tugas mahasiswa yang dalam satu semester mendapat maksimal 8 mata kuliah plus 3 organisasi, pasti lebih banyak dari itu. Dan semua tugas  itu dibatasi oleh waktu. Continue reading “411 dan skala prioritas”

Buah cerita

Hidup ini terlalu sempit kalau kita hanya belajar dari pengalaman sendiri, mintalah orang lain untuk menceritakan pengalaman-pengalamannya, atau cobalah baca buku biografi orang-orang hebat supaya kamu tau bagaimana cara orang tersebut menjalani hidupnya, memecahkan masalah, atau membuat cerita bahagia.

Kali ini yang ingin saya ceritakan adalah tentang cerita yang dapatkan dari orang-orang tentang kinerja orang di luar negeri. Continue reading “Buah cerita”

Berlari

Berlarilah bersama mereka yang kau kagumi

Jangan berdiam terlalu lama memperhatikan

Tak perlu juga terburu-buru, karena tak ada yang menuntutmu

Perlu engkau tau, walaupun ukuran sepatumu bisa saja sama dengan mereka, mungkin tidak dengan kekuatan rangka, massa otot dan jumlah sel penyusun kaki

Tak jadi masalah

Kalau tak kuat berlari, bolehlah engkau berjalan

Mungkin kebaikan yang engkau harapkan akan engkau dapatkan dari langkah kecilmu

 

Blog di WordPress.com.

Atas ↑