Search

Papilio blumei

bermetamorfosis menjadi lebih baik

4 sisi

Aku akan datang kepadamu dari depan, belakang, kanan, dan kiri.

Aku akan datang dari depan. Dari masa depan yang kamu harap-harapkan kesuksesannya. Akan aku perpanjang sampai kamu lupa apa yang seharusnya kamu kerjakan, apa yang harusnya kamu syukuri.

Continue reading “4 sisi”

Advertisements

Teman waras

Malam ini ada sedikit percakapan menarik antara aku dan temanku. Dia mengirimi percakapan antara dia dan teman baiknya (laki-laki) yang berpotensi menimbulkan ge-er. Lalu aku membuatnya tetap berpijak di bumi. Jangan dianggap serius, kataku. Lalu dia pun menimpali, aku juga biasa saja, katanya. Padahal ketika sudah mengirim percakapan tersebut, menurutku sudah menunjukkan ada sedikit kadar ketidakbiasaan. Wanita namanya. Telinga kelemahannya.

Lalu dia mengirimi quotes bijak dari penulis kesukaan kami. Syahid Muhammad. “Ketika wanita sedang menyukai seseorang, apa yang harus dilakukan? Maka jawabnya adalah mencari teman yang waras.”

Aku suka jawabannya. Jawaban itu tidak hanya berlaku ketika wanita menyukai seseorang saja. Tapi juga ketika wanita sedang sedih, marah, bimbang. Karena setiap wanita – sebenarnya every human being sih – punya blind spot (hal apapun yang ada di dalam diri yang tidak bisa atau kurang bisa dilihat oleh diri sendiri, atau perlu dipertegas dengan cara ada orang lain yang menyampaikan).

Maka atas segala bentuk penegasan baik kata ataupun tindakan yang selama ini kalian berikan, aku berucap syukur. InsyaAllah syukurku akan jadi doa loh, kalian mau request doa apa hhehe.

Untuk teman waras yang selama ini membersamai. Yang memberikan banyak kewarasan dalam cerita sehari-hari.

Dari orang yang telah banyak mendapatkan kebaikan dari kalian.

Terima kasih.

Semoga Allah selalu memberkahi.

Mencintai qadar

Duh aku suka sekali takdir-Mu ya Allah. Dengan segala takaran yang selalu pas, tidak pernah kurang. Hanya kadang aku saja yang tidak bisa mengambil hikmah.

Aku suka dengan segala skenario yang membuat hatiku remuk redam, lalu Engkau susun kembali dengan menjadi kuat dibanding sebelumnya.

Aku suka sekali ketika aku tersadar kalau aku terlampau lalai akan satu hal, kemudian dengan modal kesadaran itu aku usahakan untuk memperbaiki diri.

Aku suka sekali menemukan bahwa sebelumnya aku sangat tidak menyukai sesuatu, tetapi setelah tabir tersingkap, ternyata sesuatu itu sangat baik untukku.

Aku suka sekali.

Aku bersyukur sekali.

Selanjutnya aku minta dituntun untuk mewujudkan kesyukuranku dalam bentuk yang baik.

Lelah

Ya Allah aku lelah berjalan tanpa-Mu. Bukan bermaksud sengaja pergi dari-Mu. Hanya tak sadar, hal-hal kecil yang ku lakukan ternyata menjauhkanku dari-Mu. Hanya tak sadar, kebaikan-kebaikan kecil yang dulu dikerjakan menjadi terabaikan. Dibiarkan berkurang tanpa perlawanan.

Ya Allah ternyata minim bahagia sekali kala nama-Mu jarang aku ingat, jarang ku sebut. Hampa.

Benarlah yang tertera di Al-Qur’an “Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (Ar-Ra’d: 28)

Ya Allah aku lelah jauh dari-Mu.

Pelajaran iman nomor 6

Ya Allah, untuk segala sesuatu yang atasnya aku mempunyai pilihan sendiri, sedangkan Engkau tau yang lain lebih baik, aku minta dipermudah untuk dipahamkan dan diberi keikhlasan.

Continue reading “Pelajaran iman nomor 6”

Cinta sekali

Cinta sekali aku pada ayat ini. Bukan karena aku sudah sangat menerapkannya. Tapi sebaliknya, karena sering merasa “kenapa diri ini sulit sekali menyerahkan suatu urusan kepada Allah dengan sepenuh hati. Bener2 sampai titik berpasrah atau tawakal maksimal. Kenapa sulit ya” jawabannya, kurang iman. Mungkin.

Dan balasan dari berserah diri ke Allah dalam ayat ini, masyaAllah menggiurkan sekali. Menggiurkan sekali. Tidak ada rasa takut dan tidak bersedih hati.

Saking menggiurkannya sampai membelokkan niat, “berserah diri supaya tidak ada rasa takut dalam diri, biar ngga bersedih hati juga.” Padahal berserah diri itu sudah menjadi kebutuhan seorang hamba, terlebih adab hamba terhadap Tuhannya. Bukan karena ingin ini ingin itu, kalau itu bonusnya.

Semoga Engkau permudah aku dan umat muslim lainnya untuk memiliki adab sbg hamba yang baik. Sehingga menjadi “ibadurrahman”.

Semudah itu Allah mengubah seseorang

Ternyata semudah itu Allah mengubah seseorang

-Itoh-

Pernyataan pagi ini datang dari temanku. Aku membuka pesannya setelah bangun tidur.

Begitu menusuk walau bukan ditujukan untukku, tapi aku aku yang berdarah. Bagaimana?

Pernyataan itu untukku, aku tau. Kau yang mengirimkannya untukku. Oleh sebab pernyataan itu tak kunjung muncul dari diriku yang ditujukan untukku, jadi Kau yang mengirimkannya.

Bentuk sayang, mungkin itu bahasa yang tepat.

Terima kasih ya Allah

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).

Aku menyadari bahwa doa itu harus sering-sering aku ucapkan, karena aku tak memiliki daya untuk tetap berada pada jalan kebaikan.

Depok

Jum’at pagi hujan deras

Be Grateful

Hello! I’m Piperales member. I have naked flower. But never mind, my Creator tells me that I’m still beautiful even without petals. Why should I complain about petals, while my Creator gives me shiny leaves. That’s good, isn’t it? 😁
Oh yeah, I also have a heart-shaped leaves. How lucky I am.
I don’t want to be an ungrateful plant, because my Creator has given me a lot of favor.

-Peperomia pellucida-

Kacamata positif

Dulu waktu seumuran SMP-SMA, punya keinginan untuk pakai kacamata. Kayanya pakai kacamata itu beda aja, cool.

Terus sewaktu kuliah semester 7, ternyata keinginan itu terwujud. Kacamata pertama. Minus 0.75 sebelah kiri dan minus 0.5 setelah kanan. Sebenernya untuk ukuran minus segitu, ngga terlalu urgen untuk pakai kacamata. Tapi didorong juga dengan alasan berkendara, kaca helm yg banyak goresan dan pengap kalau dipakai (pengen hirup udara bebas, padahal banyak polusi di jalan) akhirnya dibelilah kacamata itu. Model kacamata bulet agak lebar. Padahal muka kecil, lagi-lagi dibaca ke alasan berkendara.

Ada satu alasan lain yg agak unik ketika mau beli kacamata itu.

“InsyaAllah dgn pakai kacamata ini, kamu bisa memandang hal apapun dgn lebih positif”

Dulu yakin bgt sebelum beli. Macam sebuah penyemangat di awal momentum gitu. Tapi ya ngga bertahan lama.

Kacamata memang hanya sebuah kacamata, tidak bisa mengubah pandangan/pemikiran, hanya bisa memperjelas penglihatan yang buram.

Bahkan ketika pakai kacamata, kadang muncul perasaan ingin dinilai orang lain.

Sebaik-baik pengharapan memang hanya pada Allah ya, bukan kacamata hhihi.

Tapi kalau diingat-ingat lucu juga punya pemikiran kaya gitu. Suka manggil walaupun ngga disuarakan “hai kacamata positif”.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑